BSI Banjarmasin Gelontorkan 750 Paket Dhuafa di Masjid Hasanuddin Madjedi

BSI Banjarmasin Gelontorkan 750 Paket Dhuafa di Masjid Hasanuddin Madjedi

Banjarmasin, iloenxnews.com || Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Kalimantan terus memperkuat dukungan terhadap aktivitas dan layanan keumatan melalui kolaborasi dan kerjasama dengan Yayasan Hasanuddin Madjedie (YHM) Banjarmasin.

Hal ini terlihat dalam acara singkat bada Subuh di Masjid Hasanuddin Madjedie, Jalan Brigjen H. Hassan Basry Nomor 2, Bundaran Kayutangi, Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (8/11/2025).

Berawal dari Sholat Subuh berjamaah di masjid berusia 40 tahun tersebut yang diikuti oleh ratusan jamaah laki-laki dan perempuan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kultum yang dibawakan oleh H. Amanto Surya Langka, Lc. Dalam tausiyahnya, tokoh penceramah, politikus, dan juga pengusaha Kalimantan Tengah (Kalteng) ini menyampaikan bahwa Islam tidak mewajibkan semua umatnya untuk kaya, tetapi mendorong mereka untuk berusaha mendapatkan kekayaan yang halal dan berkah untuk berbagai tujuan, seperti menunaikan ibadah yang membutuhkan harta (haji, zakat, haji, infak), menafkahi keluarga, serta menjadi lebih kuat dan bermanfaat bagi sesama. Namun, kekayaan hakiki seorang mukmin ada di akhirat, dan kemuliaan seseorang tidak bergantung pada harta duniawi semata.

“Alasan mengapa Islam mendorong umatnya untuk berusaha kaya, di antaranya karena untuk menjalankan ibadah dari beberapa rukun Islam seperti zakat dan haji memerlukan kepemilikan harta yang mencapai nisab (batas minimum). Kekayaan dapat membantu seseorang menjadi lebih fokus dalam beribadah dan memperkuat diri untuk berdakwah. Kekayaan yang dimiliki dapat digunakan untuk kebaikan, seperti membangun masjid, membantu orang lain, atau menjadi sedekah jariyah,” tutur Amanto Surya Langka.

Disaksikan ratusan jamaah Sholat Subuh, pihak BSI menyerahkan Program Bantuan Sembako Dhuafa berupa 750 paket untuk kurun waktu 3 bulan.

Dalam acara tersebut pihak BSI langsung dihadiri oleh pejabat pusat, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Tbk. Anggoro Eko Cahyo (paling kiri) dan SVP Corporate Secretary & Communication PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk. Wisnu Sunandar. Turut mendampingi Regional CEO BSI Region IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat (kedua dari kiri), Area Manager BSI Area Banjarmasin (Kalsel-Kalteng) Mubasyir Ibrahim dan Regional Business Control Manager BSI Region IX Kalimantan, Eka Gamal.

Sementara itu di pihak YHM ada Ketua Yayasannya H. Muhammad Fauzi, M.Sc. (keempat dari kanan), Bendahara Umum H. Ichwan Djuari, Ketua Bidang Peribadatan dan Pendidiikan H. Ipansyah, SE, MM (paling kanan) dan Ketua Bidang Pengembangan Sarana dan Prasarana H. Anwar Hadimi (ketiga dari kanan) dan jajaran pengurus lainnya menerimanya dengan senang hati.

H. Muhammad Fauzi (kanan) bersama H. Amanto Surya Langka, Lc. (foto; ichal iloenx)

H. Muhammad Fauzi mengatakan, Masjid Hasanuddin Madjedi (MHM) Banjarmasin terbuka untuk bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk dengan BSI, dalam meningkatkan pelayanan umat. Terlebih, MHM sebagai masjid yang memiliki peran membina dan mencerdaskan umat.

“Kolaborasi dan sinergi merupakan kunci mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat peradaban umat dimana aspek ekonomi dan keuangan termasuk di dalamnya. Dan pihak kami berterimakasih sekali dengan pihak BSI yang telah respon cepat mengapresiasi kami” kata H. Fauzi.

Sementara itu, Anggoro Eko Cahyo menyampaikan bantuan dhuafa ini bukan hanya tindakan sosial, tetapi juga merupakan syiar atau dakwah Islam. “Ini karena membantu dhuafa adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam agama, yang mencerminkan nilai-nilai kepedulian sosial, kasih sayang, dan keadilan yang diajarkan Islam, serta menjadi bagian dari penerapan ajaran agama melalui perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ketua Umum Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) periode 2025-2027 yang baru terpilih ini.

Anggoro Eko Cahyo saat menyerahkan bantuan paket beras kepada salah seorang dhuafa.(foto: ichal iloenx)

Di kesempatan sama, Sefudin Suria Hidayat (berjas hitam, kaos Byond BSI) mengatakan menjaga kedekatan dengan masjid merupakan hal strategis yang senantiasa BSI perhatikan, terlebih dengan MHM. Sebab, masjid merupakan basis persatuan dan kekuatan umat dalam menggerakkan berbagai aspek kehidupan di Banua.

“Banyak solusi untuk umat hadir dari masjid. BSI ingin menjadi bagian dari solusi tersebut melalui sinergi dengan masjid dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah yang Insya Allah berkah,” ujar Asep, sapaan akrabnya.

Selain membantu paket sembako untuk para dhuafa setiap 2 pekan sekali, BSI juga telah membangun ATM BSI di halaman masjid, membuat lawang skepeng (gerbang) Warung Gratis Hasanuddin Madjedie di pojok halaman depan masjid dan ke depan rencananya juga BSI akan menyalurkan bantuan pembuatan gerobak untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari program pembinaan dan dukungan.

“Program ini bertujuan membantu UMKM meningkatkan penjualan dan mengembangkan usaha mereka. Selain gerobak, terkadang bantuan juga dilengkapi dengan modal usaha untuk membantu penerima manfaat secara lebih komprehensif. Program ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha mereka, khususnya untuk meningkatkan pendapatan dan kepercayaan diri dalam berjualan,” pungkas Asep.

(ichal iloenx)