Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalur Pantura, Kristin: Sangat Layak Ditonton dan Highly Recommended

Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalur Pantura, Kristin: Sangat Layak Ditonton dan Highly Recommended

Banjarmasin, iloenxnews.com || Pangku merupakan film debut Reza Rahadian menjadi sutradara di bawah rumah produksinya, Gambar Gerak. Film tersebut dibintangi Claresta Taufan, Christine Hakim, dan Fedi Nuril sebagai pemeran utama.
Pangku berlatar di jalur Pantura dan menceritakan perjuangan seorang ibu yang berusaha bertahan di tengah kerasnya realitas sosial dan ekonomi.
Suasana Conference Press bersama Sutradara dab Pemain Utama film Pangku.

Berikut sinopsis Pangku

Pangku menceritakan seorang perempuan bernama Sartika (Claresta Taufan) yang meninggalkan kampung halamannya. Ia pindah ke Pantura dengan tujuan mencari kehidupan yang baru dan lebih baik.


Di tengah perjalanannya, ia bertemu Maya (Christine Hakim), pemilik warung kopi di daerah Pantura yang dikenal ramah. Maya menampung dan merawat Sartika ketika hamil tua sampai proses persalinannya.

Namun, kebaikan Maya memiliki maksud terselubung. Maya memanfaatkan situasi Sartika dan memaksanya bekerja di warung kopi. Sartika terpaksa harus melayani para pelanggan pengunjung warung kopi secara fisik dan emosional. Itu merupakan praktik yang dikenal sebagai “kopi pangku,” pelanggan menikmati kopi sambil memangku Sartika.

Film Pangku berhasil meraih empat penghargaan bergengsi di program Vision Awards Busan International Film Festival (BIFF) 2025, yaitu KB Vision Audience Awards, FIPRESCI Awards (Penghargaan Federasi Kritikus Film Internasional), Bishkek International Film Festival-Central Asia Award dan Face of the Future Award.

Awalnya Sartika menolak pekerjaan ini, tetapi sebagai single mother ia terpaksa melakukannya demi membesarkan putra tunggalnya, Bayu. Sampai suatu hari, Sartika bertemu dengan salah satu pelanggan bernama Hadi (Fedi Nuril), sopir truk pengangkut ikan yang sering singgah.


Hadi berbeda dari pelanggan lainnya karena ia tidak melihat masa lalu Sartika sebagai hal buruk, melainkan mencintainya dengan rasa ketulusan.
Hari demi hari, perasaan tumbuh di antara mereka. Hadi mengajak Sartika menikah dan memulai kehidupan baru. Dari dukungan dan ketulusan Hadi, Sartika mulai berani menentang keadaan yang membatasinya.

Ia menyadari bahwa selama ini dirinya hanya menjadi alat bagi kepentingan orang lain. Sartika kemudian berusaha menemukan jalan untuk keluar dari pekerjaan yang menjeratnya.

Film Pangku berhasil meraih empat penghargaan bergengsi di program Vision Awards Busan International Film Festival (BIFF) 2025, yaitu KB Vision Audience Awards, FIPRESCI Awards (Penghargaan Federasi Kritikus Film Internasional), Bishkek International Film Festival-Central Asia Award dan Face of the Future Award.

Penonton umumnya memberikan komentar positif terhadap film Pangku dengan menyebutnya sebagai film yang sangat emosional dan realistis, terutama pada akting para pemain dan sinematografi yang memukau. Beberapa penonton juga menyoroti keberanian Reza Rahadian dalam mengangkat tema yang jarang dibahas, dengan harapan bisa bersaing di kancah internasional. Namun, beberapa juga ada yang berharap film ini lebih mendalami fenomena “kopi pangku” itu sendiri, bukan hanya berpusat pada kisah Sartika.
Ditemui usai nonton bareng (nobar), Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Srikandi Pemuda Pancasila (SPP) Kalimantan Selatan (Kalsel), Kristin Mariyani, S.E., M.M. mengungkapkan kepuasan terhadap segala aspek di dalam film ini.
“Pangku sungguh membuat saya berdecak kagum. Kebrilianannya terletak pada pengangkatan cerita yang begitu realistis mengenai kehidupan masyarakat menengah ke bawah, atau bahkan kelas paling bawah,” kata Kristin didampingi 7 jajaran pengurusnya.
Jadwal film Pangku hari ini, Kamis (13/11/2025) di Bioskop Studio XXI Duta Mall Banjarmasin.

“Rasanya tak cukup kata untuk menceritakan lebih detail film Pangku ini. Yang pasti, sebagai penonton, saya benar-benar puas. Secara keseluruhan (overall), film ini sangat layak ditonton dan highly recommended,” pungkas tokoh muda Banua ini.

(ichal iloenx)