Banjar, iloenxnews.com || Selepas Isya, ratusan warga Jalan Martapura Lama Paal 7,8 Komplek Persada Raya 2 dan sekitarnya beserta para undangan dari luar memenuhi Majelis Ta’lim Raudhatul Muhibbin, Kediaman Junaidi di lokasi setempat Jalur 4, Nomor 9 RT. 11 B, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, malam Jum’at (6/11/2025).

Pengajian yang digelar rutin saban bulan ini diisi pula dengan pembacaan Manaqib Syekh Samman Al Madani yang disampaikan oleh penceramah sekaligus pembaca manaqib Al Ustadz Muhammad Rijal Fathoni, S.Pd.I. Ia mengungkapkan pembacaan riwayat hidup sang ulama termasuk ulama yang berpegang kepada aqiah Imam Asyari, mazhab fikih berkiblat ke Imam Asy Syafi’i, sedangkan tasawuf ke Imam Junaid Al Baghdadi.

“Untuk ulama nusantara dan dunia yang merupakan murid Syekh Saman adalah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary, Syekh Abdul Abbas Ahmad at- Tijani yang merupakan pendiri tarekat At Tijani, Syekh Abdussamad Al Palembani, Syekh Abdul Wahab Bugis, Syekh Abdurrahman Al Batawi, hingga Syekh Dawud Al Fathani dan lain –lain,” papar Ustadz Rijal Fathoni.

Ia menegaskan ada nilai pahala bagi umat yang menceritakan hikayat para nabi dan waliyullah, karena mengandung nilai kebaikan yang tak terhingga. “Dengan mengingat kisah para nabi dan rasul, serta waliyullah, kita akan diampuni dosa karena mengingat kematian dan kebaikan serta berkah dari para kekasih Allah tersebut,” papar Ustadz Rijal.

Ia mengatakan banyak pengajaran kebajikan yang terkandung dalam riwayat hidup Syekh Saman. Khususnya, menjauhi diri dari sifat buruk sangka dan iri dengki, karena semua itu menghancurkan segala amal ibadah.

Dalam tausiyahnya, Ustad Rijal juga menceritakan tentang ketaatan seorang anak kepada orangtuanya, dan ketaatan orangtua kepada Allah SWT. Menyitir Al-Qur’an Surat Hud ayat 42 yang menceritakan Nabi Nuh Ketika memanggil anaknya yang bernama Kan’an untuk naik ke kapal agar selamat dari banjir bandang.

Namun, Kan’an menolak dan menjawab bahwa ia akan mencari perlindungan di gunung. Nabi Nuh menjawab bahwa tidak ada yang bisa melindungi dari azab Allah selain Allah yang Maha Penyayang. Akhir dari tragedi, gelombang kemudian menjadi penghalang antara Nabi Nuh dan anaknya, Allah akhirnya memisahkan keduanya dengan gelombang, dan Kan’an termasuk dalam golongan orang yang tenggelam bersama orang-orang kafir.

Acara pengajian rutin bulanan kali ini juga dirangkaikan dengan syukuran dan doa selamat walimatus safar. jelang keberangkatan ibadah umroh Junaidi sekeluarga. Istilah tersebut berasal dari bahasa Arab, yaitu walimah (jamuan) dan safar (perjalanan), dan berfungsi sebagai momen untuk berpamitan, memohon maaf, serta berdoa memohon kelancaran perjalanan dan ibadah.

Keberangkatan ibadah umroh yang ke-7 kalinya Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) ini disertai dengan anggota keluarga dengan total berjumlah 7 orang pada Selasa (11/11/2025) pagi.

“Terima kasih atas kehadiran dan doa jamaah sabarataan. Semoga jamaah yang berhadir dan pengurus serta anggota FKPWK juga diluaskan rizqinya dan dilapangkan waktunya agar bisa menyusul melaksanakan umroh ke Tanah Suci,” pungkas Junaidi yang akrab disapa Pak Jun.
(ichal iloenx)
