Jakarta, iloenxnews.com || Ummi Fatia, pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kalimantan Selatan, terpilih sebagai pemenang Apresiasi Desain Logo HUT ke-21 Himpaudi.

Desain karya Fatia ditetapkan sebagai logo resmi peringatan HUT ke-21 Himpaudi. Penghargaan tersebut diumumkan dalam puncak perayaan HUT ke-21 Himpaudi di Trans Studio Cibubur, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Perayaan HUT ke-21 Himpaudi tahun ini mengusung tema “21 Tahun HIMPAUDI: Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD”.

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus pusat Himpaudi, pengurus Himpaudi dari berbagai daerah di Indonesia, serta sejumlah tokoh pendidikan dan pejabat pemerintah.
Namun, bagi Fatia, kemenangan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi dalam bidang desain.

Ia mendedikasikan penghargaan itu kepada para guru dan anak-anak PAUD di Kalimantan Selatan yang saat ini masih menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kemenangan ini saya persembahkan untuk anak-anak TK PAUD dan ribuan guru PAUD se-Kalsel yang saat ini masih berjibaku menghadapi asap karhutla,” ujar Fatia seusai menerima penghargaan.

Fatia berharap kondisi karhutla tidak mengurangi semangat para pendidik untuk tetap memberikan pendampingan dan pendidikan kepada anak-anak.
“Semoga guru-guru TK PAUD tetap semangat dalam mendidik tunas muda masa depan,” katanya.

Aktif di Dunia PAUD
Fatia bukan hanya terlibat dalam organisasi profesi pendidikan anak usia dini. Ia juga berkecimpung langsung dalam kegiatan pendidikan sebagai supervisor sekaligus guru di TK dan PAUD Pelita Insani Banjarbaru. Ia merupakan bagian dari pengurus Himpaudi Kalimantan Selatan.

Latar belakang pendidikannya ditempuh di Universitas Indonesia untuk jenjang sarjana dan Universitas Nasional Jakarta untuk pendidikan magister. Fatia juga merupakan SMA 2 Banjarbaru.

Pengalamannya sebagai praktisi membuat persoalan guru, lingkungan belajar, tumbuh kembang, dan pendidikan anak usia dini menjadi bagian dari kesehariannya.
Menurut Fatia, pendidikan anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengenal huruf dan angka.

Pada tahap tersebut, anak mulai mengembangkan kemampuan berkomunikasi, mengenal lingkungan, belajar bersosialisasi, membangun kemandirian, serta membentuk karakter.

Karena itu, ia menilai guru PAUD memiliki peran penting dalam membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia.
“Anak-anak hari ini adalah generasi yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan. Karena itu, apa yang dilakukan guru PAUD bukan pekerjaan kecil. Mereka sedang menanam sesuatu yang mungkin baru akan dipanen bangsa ini bertahun-tahun kemudian,” ujar Fatia.
PAUD sebagai Investasi

Fatia berharap perhatian terhadap pendidikan anak usia dini terus diperkuat. Menurut dia, tantangan PAUD tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi juga kualitas pendidik, lingkungan belajar, kesehatan dan perlindungan anak, keterlibatan keluarga, serta kesenjangan akses pendidikan.
Ia mengatakan Himpaudi Kalimantan Selatan siap menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat pendidikan anak usia dini.

“Kami di Himpaudi tidak ingin hanya menjadi penonton dari kebijakan pemerintah. Jika pemerintah membutuhkan kekuatan masyarakat pendidikan untuk bersama-sama membangun anak usia dini, Himpaudi siap berada di dalam barisan itu. Kami siap bekerja, berkolaborasi, dan turun langsung memastikan kebijakan negara benar-benar sampai kepada anak dan keluarga,” katanya.

Menurut Fatia, pendidikan anak usia dini perlu ditempatkan sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Pendidikan pada usia dini, kata dia, turut berperan dalam membentuk rasa percaya diri, karakter, kemandirian, kemampuan bersosialisasi, hingga kepedulian anak terhadap lingkungan.

“Sudah saatnya PAUD ditempatkan sebagai investasi strategis negara. Bukan sekadar pelengkap sistem pendidikan, tetapi sebagai titik awal pembangunan manusia Indonesia,” ujarnya.

Puncak perayaan HUT ke-21 Himpaudi juga diisi pertunjukan seni serta pemberian apresiasi kepada guru-guru inspiratif dari berbagai daerah.

Bagi Fatia, penghargaan atas desain logo tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya peran guru PAUD dalam menyiapkan generasi masa depan.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para pendidik, termasuk guru-guru PAUD di Kalimantan Selatan yang tetap menjalankan tugas di tengah kondisi karhutla.

“Apa yang dilakukan hari ini mungkin belum langsung terlihat hasilnya, tetapi dari tangan merekalah fondasi generasi masa depan mulai dibangun,” kata Fatia.
(ichal iloenx)
