Peringatan Maulid Nabi, Budaya Populer yang Mengakar Kuat Kearifan Lokal di Masyarakat Muslim Banjar

Peringatan Maulid Nabi, Budaya Populer yang Mengakar Kuat Kearifan Lokal di Masyarakat Muslim Banjar

Banjarmasin, iloenxnews.com || Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Banjarmasin telah bertransformasi dari ritual keagamaan menjadi budaya populer yang mengakar kuat kearifan lokal dalam masyarakat muslim.

Sebagai salah satu kota tua di Kalimantan Selatan, Banjarmasin memiliki kekhasan dalam melestarikan tradisi maulid yang terus berkembang dan mengalami dinamika signifikan seiring waktu.

Hal ini disampaikan oleh Ustadz H. Uria Hasnan, Lc., M.Pd.I pada saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh H. Rachmad Fadillah, S.H. di kediamannya Jalan Perdagangan Komplek Graha Citra Asri Nomor 14 RT. 22 RW. 02 Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (27/8/2026) malam bertepatan 15 Rabiul Awwal 1448 H.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Banjarmasin telah berkembang signifikan sejak tahun 1990-an. Pelaksanaannya ditandai oleh tradisi pembacaan syair-syair maulid seperti al-Barzanji, al-Diba’i, Asyraqa’al-Anam, dan al-Habsyi. Studi ini mengidentifikasi perubahan budaya peringatan maulid dari tahun 1990-an hingga 2024, yang menunjukkan pergeseran fokus pada aspek keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan,” tutur Dosen di STAI Al-Jami’ Banjarmasin ini.

Meskipun demikian, lanjut jebolan universitas di Kairo, Mesir ini, tradisi pembacaan kitab maulid, khususnya Maulid al-Habsyi, tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari praktek ini. Perubahan ini merefleksikan dinamika budaya yang kompleks, dari pelaksanaan yang sederhana menuju bentuk yang lebih terstruktur dan beraneka ragam.

Fadillah, selaku Ahlul Bait mengungkapkan kegembiraannya atas suksesnya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini yang bertepatan dengan bulan kelahiran Baginda Nabi.

“Terima kasih kepada para jamaah semuanya tak terkecuali, yang telah menyempatkan hadir di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tanpa kehadiran kalian acara ini tak akan berjalan lancar,” kata pensiunan Direskrimsus Polda Kalsel ini.

Malam ini, lanjut advokat dari DePA-RI Kalsel ini, kita berkumpul di dalam majelis ini dengan niat ikhlas dan tulus untuk memperingati acara Maulid Nabi agar ada hikmah yang bisa dipetik tentunya.

“Acara Maulid Nabi ini sebagai bentuk rasa syukur dan cinta, pengingat, dan sebagai alat meneladani sikap dan akhlak junjungan kita yakni Nabi Muhammad SAW, serta mengenalkannya kepada generasi muda lewat pembacaan shalawat, ceramah, dan lainnya,” sambungnya.

“Diharapkan dengan adanya peringatan Maulid Nabi ini kita kembali memiliki semangat juang dalam beribadah kepada Allah, dan mempertahankan akidah dan akhlak kita,” pungkas Fadillah kepada iloenxnews.com

Sebelumnya, rangkaian acara diawali dengan Sholat Isya berjamaah, pembacaan Syair Maulid Bersama Kelompok Maulid Ar Rahmah, asal Kompleks Sudirapi, Kelurahan Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

Turut berhadir Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), Junaidi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Kalsel, Sulkan, S.H., M.M., Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kalsel Dr. Drs. H. Akhmad Murjani, M.Kes, S.H., M.H. para tokoh masyarakat dan habib.

 (ichal iloenx)