Kandangan, iloenxnews.com || Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) menyoroti mahalnya tiket pesawat domestik, terutama setelah periode PPN ditanggung pemerintah (DTP) pada momentum mudik Lebaran berakhir.

Dalam tangkapan layar ig kalseltimes terdapat unggahan harga tiket rute Surabaya – Banjarmasin pada penerbangan Kamis (9/4/2026) ditemukan tiket seharga Rp11.611.000/orang.

Dan dalam telusuran iloenxnews.com di aplikasi traveloka.com untuk penerbangan rute Jakarta – Banjarmasin pada Jum’at (10/4/2026) ditemukan tiket seharga Rp7.118.041/orang.

Ketua Umum DPP FKPWK Advokat H Rachmad Fadillah, S.H. mengatakan mahalnya tiket pesawat menjadi salah satu tantangan besar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan domestik. Apabila tiket pesawat dibiarkan mahal, berbagai program promosi pariwisata tidak akan efektif menarik wisatawan.

“Tiket mahal ini menjadi masalah yang sangat-sangat fundamental karena menjadi berdampak terhadap strategi promosi dan pengembangan destinasi,” katanya pada saat jumpa pers dengan sejumlah awak media di Warung Ketupat Aulia, Parincahan Tengah RT. 10 LK. V Kelurahan Kandangan Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Selasa (7/4/2026) siang.

Purnawirawan Ditreskrimsus Polda Kalsel ini menyebut persoalan tiket pesawat yang mahal bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pariwisata, melainkan juga kementerian lain seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Keuangan.

Guna meningkatkan kunjungan wisatawan domestik, dia mendesak pemerintah memikirkan solusi jangka panjang untuk menurunkan harga tiket pesawat. Terlebih, di tengah gejolak geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga avtur.

Di kesempatan yang sama, Pembina DPP FKPWK Junaidi juga meminta kepedulian pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah agar menindak maskapai yang menaikkan harga tiket semena-mena di tengah tingginya permintaan masyarakat memenuhi rute penerbangan.

“Pemerintah mestinya menambah jumlah pesawat penerbangan arah ke Banjarmasin dengan menurunkan Pesawat Hercules, tidak perlu menggratiskan. Tetap berbayar, namun masih harga yang masuk akal dan nalar,” pinta Junaidi.

Junaidi juga menyoroti peran wakil rakyat di Banua dan wakil rakyat yang di pusat agar segera bertindak dengan mendengar jeritan warga Kalsel terkait melonjaknya harga tiket dan segera mendesak pemerintah agar mengeluarkan kebijakan.

“Anehnya, ini adalah peristiwa berulang tiap tahunnya pasca lebaran. Tidak adakah antisipasi dari pemerintah dan pihak terkait?,” pungkas Junaidi heran.
(ichal iloenx)
