Tangis Duka Pecah Saat BKS PP Jenguk Korban di Penampungan

Tangis Duka Pecah Saat BKS PP Jenguk Korban di Penampungan

Banjarmasin, iloenxnews.com || Arin Norlaila tak mampu membendung air matanya tatkala melihat 26 korban KM Virgo Transpot 8 yang selamat, ada di hadapan matanya.

Anggota Badan Kesejahteraan Sosial Pemuda Pancasila (BKS PP) Kalimantan Selatan (Kalsel) itu datang bersama puluhan jajaran pengurus dan anggota lainnya di tempat penampungan para penyintas KM Virgo Transpot 8 di Hotel Citra Raya, Jalan RE Martadinata Nomor 26, Kelurahan Telawang, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalsel, Jumat (18/9/2026).

Rombongan yang dipimpin oleh ketuanya langsung Lies Noor Marlina, SE menyambangi para korban dengan berbekal bahan pangan yang dapat dimanfaatkan para penyintas selama bertahan di Banjarmasin.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi para korban selamat sekaligus mendengarkan keluhan dan kebutuhan mereka setelah kehilangan harta benda dalam musibah kapal yang terjadi di perairan Laut Jawa.

Kehadiran BKS PP Kalsel mendapat respons positif dari para penyintas yang tengah menghadapi situasi sulit. Sebagian korban bahkan mengaku tidak lagi memiliki pakaian, uang, maupun barang pribadi karena seluruhnya hilang saat kapal terbalik di Laut Jawa. Para penyintas kebanyakan berasal dari daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu penyintas, Haryono, asal Semarang mengatakan tempat ini ada 26 orang penyintas yang kebanyakan berasal dari Lamongan (Jawa Timur), Cilacap dan Purbalingga (Jawa Tengah) yang ingin mengadu nasib sebagai pekerja sawit di Kalimantan.

Haryono menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kalimantan dan pihak-pihak yang telah memberikan bantuan kepada dirinya bersama rombongan.

Ia mengatakan, kondisi mereka setelah musibah cukup memprihatinkan karena uang, pakaian, dan barang-barang pribadi ikut hilang bersama kapal.

“Untuk biaya hidup terus terang sudah tidak ada sama sekali. Pakaian, segala uang sudah hilang di kapal semua,” ungkap Haryono.

Ia pun kembali menyampaikan apresiasi atas kepedulian warga Kalimantan yang memberikan bantuan kepada para korban selama berada di Banjarmasin.

“Terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas bantuan dari ibu-ibu semua, khususnya BKS PP Kalsel dan warga Kalimantan,” katanya.

Sementara itu, penyintas asal Flores, NTT Henianus Ebo mengatakan dirinya adalah sopir ekspedisi yang mengangkut barang dari Surabaya ke Banjarmasin.

“Sebenarnya saya sudah tak masalah untuk bisa pulang. Tapi saya masih memilih tetap bertahan di sini, karena masih menunggu kernet saya yang sampai sekarang masih belum ditemukan. Kernet saya itu masih terbilang satu keluarga dengan saya,” ungkapnya dengan penuh kesedihan kepada iloenxnews.com

Melihat keadaan dan kondisi langsung para penyintas, tanpa dikomando, para pengurus dan anggota BKS PP Kalsel langsung merogoh koceknya masing-masing dengan mata yang berkaca-kaca, tak terkecuali Ibu Merlin, sapaan akrab Ketua BKS PP Kalsel Lies Noor Marlina, SE.

Ibu Merlin mengatakan pihaknya datang langsung ke penampungan sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban. Menurutnya, persoalan korban KM Virgo Transport 8 perlu menjadi perhatian bersama, terutama menyangkut kondisi para penyintas dan keluarga korban yang masih menunggu kepastian mengenai anggota keluarganya.

“Kami selaku Ketua BKS PP Kalsel terpanggil memperhatikan kondisi para korban,” ujarnya.

Ia menyampaikan, pemerintah dan instansi terkait merupakan pihak yang memiliki kewenangan serta kompetensi dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

BKS PP Kalsel, lanjutnya, akan melihat perkembangan kondisi para korban dan berupaya menyampaikan aspirasi serta kebutuhan mereka kepada pihak terkait.

Seperti diketahui, KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa sekitar kawasan Masalembo pada Ahad dini hari, 13 September 2026.

Kapal ro-ro penumpang berukuran 8.540 GT milik PT Virgo Karya Shipping itu tengah melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal mengalami kemiringan ekstrem (listing) sebelum akhirnya terbalik di tengah kondisi ombak dan cuaca buruk.

Musibah tersebut menyebabkan ratusan penumpang menjadi korban, sementara para penyintas kemudian dievakuasi dan mendapatkan penanganan di sejumlah lokasi di Banjarmasin.

Di tengah proses penanganan musibah, BKS PP Kalsel memilih hadir langsung di tengah para korban. Tidak hanya melihat kondisi mereka, BKS PP Kalsel juga mendengarkan kesaksian dan kebutuhan para penyintas yang kini masih menghadapi dampak langsung dari tragedi tersebut.

Bagi BKS PP Kalsel, kehadiran di lokasi penampungan menjadi bagian dari kepedulian warga Kalimantan terhadap para korban, khususnya mereka yang kehilangan harta benda dan masih menantikan kabar anggota keluarga yang belum ditemukan.

“Kami atas nama BKS PP Kalsel turut prihatin dan ikut berduka atas tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8. Semoga para penumpang yang selamat tetap sabar dan ikhlas atas musibah ini dan untuk penumpang yang belum ditemukan semoga Allah SWT memberikan mukjizat keselamatan,” pungkas Ibu Merlin.

(ichal iloenx)