Pajak di Era Digital: Gimana Sih Masa Depannya?

Pajak di Era Digital: Gimana Sih Masa Depannya?

Oleh: Marissa Nurul Husna

Di zaman yang serba digital kayak sekarang, urusan pajak bukanlah hal yang susah karena sistemnya ikut berubah. Nggak cuma soal bayar pajak pakai aplikasi, tapi juga gimana negara bisa dapat pemasukan dari bisnis online, kreator konten, dan transaksi digital lainnya. Artikel ini bakal ngebahas secara santai tentang peluang dan tantangan pajak di era digital, khususnya buat anak muda kayak kita-kita nih yang mulai aktif di dunia kerja dan bisnis. Karena sekarang makin banyak anak muda yang jualan online, jadi influencer, atau punya startup. Nah, ingat ya, guys! Semua itu bisa jadi sumber pemasukan buat negara lewat pajak.

Jadi gini ya, pajak itu penting buat kita, guys! Mengapa? Karena pajak merupakan penyumbang terbesar dari pendapatan negara, yaitu sebesar 82,9%. Tapi jujur aja nih, banyak dari kita yang masih bingung nggak ngerti atau bahkan males ngurusin pajak karena ribet.
Dulu, ngurus pajak harus ke kantor, bawa berkas, ngantri. Sekarang? Tinggal buka laptop atau HP, isi data, dan submit. Bayar pajak juga tinggal klik, isi data, bayar-beres.

Nih aku kasih tau ya biar nggak ketinggalan zaman. Saat ini pemerintah udah punya sistem canggih buat mantau dan ngatur data pajak, namanya Sistem Administrasi Coretax. Ini adalah sistem administrasi pajak digital yang super canggih. Sistem ini adalah platform digital yang dirancang khusus buat mengelola seluruh proses administrasi perpajakan secara otomatis dan efisien.

Sistem Administrasi Coretax ini memungkinkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) buat menggabungkan data dari berbagai sumber, seperti laporan keuangan, transaksi digital, dan data kependudukan. Dengan sistem ini, petugas pajak bisa lebih mudah memantau kepatuhan wajib pajak, mendeteksi potensi pelanggaran, misalnya, kalau ada transaksi mencurigakan atau penghasilan yang nggak dilaporkan, sistem bisa langsung kasih sinyal ke petugas pajak. Di samping itu, sistem ini juga memudahkan petugas pajak memberikan layanan yang lebih cepat dan akurat.

Buat wajib pajak, Sistem Administrasi Coretax bikin urusan pajak jadi lebih simpel. Mulai dari lapor SPT, cek status pajak, sampai bayar pajak bisa dilakukan lewat satu sistem yang user-friendly. Nggak perlu lagi ribet pindah-pindah aplikasi atau datang ke kantor pajak. Semua bisa diakses secara online dengan transparansi yang lebih tinggi.

Intinya, Sistem Administrasi Coretax bukan cuma alat buat pengawasan saja, tapi juga jadi perantara yang menjembatani antara pemerintah dengan wajib pajak dalam membangun sistem pajak yang modern, adil, dan terpercaya. Sehingga makin kecil kemungkinan orang bisa berbuat kecurangan atau ngeles dari kewajiban bayar pajak. Tapi, penggunaan sistem ini tetap harus menjaga privasi dan dilakukan secara adil, ya!

Balik lagi ke teknologi yang canggih tadi. Permasalahannya, nggak semua orang punya akses internet atau ngerti cara pakai sistem digital. Misalnya, ada UMKM di daerah pelosok yang masih mencatat transaksi secara manual di buku tulis, dan belum pernah menggunakan aplikasi keuangan. Atau warga desa yang
harus naik ojek dan menempuh perjalanan jauh hanya untuk bisa mengakses internet di kota terdekat.

Kondisi seperti ini bikin mereka kesulitan ikut sistem pajak digital. Makanya, edukasi soal pajak itu penting banget. Biar semua orang bisa ikut berkontribusi tanpa merasa ribet atau takut salah. Solusinya bisa dimulai dari pendekatan yang lebih intens ke masyarakat. Misalnya, DJP bisa bikin program edukasi pajak keliling ke desa-desa, pasar tradisional, atau sentra UMKM. Petugas pajak bisa langsung ngajarin cara lapor pajak, isi formulir, dan pakai aplikasi secara tatap muka.

Digitalisasi pajak nggak bisa jalan sendiri. Harus ada kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Contohnya, pemerintah bisa gandeng startup teknologi buat bikin aplikasi pajak yang gampang dipakai. UMKM bisa diajak ikut pelatihan pajak digital bareng komunitas bisnis lokal. Atau misalnya di kampus bisa bikin program literasi pajak buat mahasiswa. Kerja sama internasional juga penting. Dunia sekarang udah tanpa batas, dan transaksi bisa terjadi lintas negara dalam hitungan detik. Kalau nggak ada aturan bersama, perusahaan global bisa dengan mudah ngeles dari pajak dengan
memindahkan keuntungannya ke negara yang pajaknya lebih rendah.

Pajak di era digital sekarang bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal keadilan dan dukungan partisipasi. Anak muda punya peran penting buat bikin sistem pajak makin keren dan relevan dengan zaman. Kita bisa mulai dari hal kecil, kayak belajar cara lapor pajak secara online, ikut diskusi soal kebijakan fiskal, atau bantu edukasi teman-teman yang belum paham tentang apa itu pajak.

Dengan semangat kolaborasi dan pemanfaatan teknologi yang bijak, kita bisa bantu negara punya sistem pajak yang lebih transparan, efisien, dan adil. Pajak bukan lagi sesuatu yang bikin pusing, tapi jadi bagian dari kontribusi kita buat masa depan Indonesia yang lebih baik.

Yuk, mulai peduli dan paham soal pajak karena masa depan negara juga ada di tangan kita para anak muda!

(*)