Pangkalan Bun, iloenxnews.com || Istana Kuning menjadi tempat bersejarah yang terkenal di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Berbeda dari namanya, bangunan Istana Kuning ini justru tidak berwarna Kuning namun berwarna Coklat kecuali depan gerbang yang berwarna Kuning. Istana Indrasari Bukit Indra Kencana biasa disebut dengan Istana Kuning, yang didirikan pada tahun 1860 oleh Pangeran Ratu Immanudin dari Kerajaan Kutaringin. Istana ini berada pada jantung Pangkalan Bun, tepatnya di depan Tugu Adipura, Jalan Pangeran Antasari.

Istana Kuning merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Kutaringin di Kalteng. Istana Kuning didirikan oleh Imanudin, pangeran ke-9 Kerajaan Kutaringin. Imanudin memerintah pada tahun 1811-1841.

Berdasarkan cerita yang berkembang, Istana Kuning adalah istana kedua yang dibangun di Kalimantan Tengah setelah Istana Al Mursari di Kotawaringin Lama. Meskipun begitu, Istana Kuning adalah kebanggaan sejarah dan budaya Kerajaan Islam di Kalteng.

Di Istana ini banyak wisatawan yang berkunjung dari berbagai negara yang penasaran dengan isi Istana Kuning tersebut. Bangunan ini serupa rumah panggung yang megah dengan warna kayu kecoklatan yang dibiarkan alami tanpa dicat.

Istana ini memiliki kurang lebih 2.000 meter persegi, ada 2 bangunan khas Melayu, Balai Pahadera terlihat lebih menyerupai aula. Sementara, Keraton dalam kuning dulunya adalah tempat tinggal raja. Di tengah-tengah, terdapat kain bercorak kuning hijau yang dipasang di tembok dan terdapat kereta kencana terparkir di dalamnya.

Terdapat empat pucuk meriam kuno buatan tahun 1840 berada di sisi barat atau halaman depan bangunan komplek Istana Kuning yang merupakan warisan Kesultanan Kutaringin.Tiang-tiang dalam istana kuning penuh dengan ukiran. Salah satu motif yang cukup menarik adalah daun bunga teratai dan pakis di guci atau belanga.

Di istana ini terdapat lukisan raja-raja terdahulu yang berderet rapi di salah satu pojokan ruangan.
Ada juga kereta kuda yang biasa digunakan keluarga kerajaan zaman dahulu untuk berkeliling.

Bangunan Istana Kuning terbuat dari kayu ulin. Dimana, kayu ini terkenal kuat dan banyak dipakai untuk bangunan-bangunan tradisional. Kayu yang digunakan untuk membuat istana dibiarkan alami tanpa dicat.

Sekilas Istana Kuning mirip rumah panggung, namun bangunan istana terllihat lebih megah. Istana Kuning sempat terbakar pada tahun 1986. Akibatnya, seluruh bangunan istana dan isinya hangus terbakar. Namun istana diupayakan agar terus lestari. Pada tahun 2000, istana dipugar dan dibangun kembali meskipun bangunannya tidak sama dengan bangunan terdahulu.
Kemudian, istana mulai difungsikan untuk kegiatan pariwisata dan perkantoran untuk mendekatkan istana dengan masyarakat.

Harga Tiket Istana Kuning
Bagi pengunjung yang menikmati Istana Kuning sebagai peninggalan sejarah akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 3.000 untuk pelajar, Rp 5.000 untuk wisata Nusantara, dan Rp 10.000 untuk wisata mancanegara. Jam Buka Istana Kuning Istana Kuning mulai buka pada pukul 09:30-16:00 WIB setiap harinya.

Rute Istana Kuning
Perjalanan Istana Kuning dari Palangkaraya cukup jauh. Jarak tempuh Istana Kuning dari Kota Palngkaraya sekitar 453,2 kilometer dengan waktu tempuh kurang hampir sembilan jam. Perjalanan akan melalui Jalan Tjilik Riwut, Jalan Slamet Riyadi, dan Jalan Ahmad Yani.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) Adv. H. Rachmad Fadillah SH bersama rombongan pengurusnya ketika mengunjungi Istana Kuning dibuat berdecak kagum. Jauh-jauh dari Kota Banjarmasin, mereka mengaku puas.

(ichal iloenx/berbagai sumber/dok. Chrstn/mcel/wwn/fbri/tyo).
