Banjarmasin, iloenxnews.com || Film 402 Rumah Sakit Angker Korea ini mengisahkan sekelompok YouTuber horor yang nekat melakukan live streaming di rumah sakit jiwa terbengkalai di Korea demi mengejar jumlah penonton.
Demi mendapatkan 3 juta penonton, konten kreator yang dikenal dengan nama Para Pencari Hantu, memilih untuk melakukan live streaming di sebuah rumah sakit paling angker di Korea Selatan.

Konten kreator tersebut terdiri dari Juna, Adit, Bara, Arum, Yuri, Tyas, dan Daeho. Mereka bukan hanya akan mendapatkan konten yang menarik banyak penonton.
Tapi mereka juga mendapatkan pengalaman paling mengerikan, mencekam bahkan mematikan yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Gedung rumah sakit ini dulunya dipimpin oleh Jeong Kyung Won, seorang pemimpin aliran sesat. Fokus utama dari tim kreator ini adalah memasuki Ruang 402, sebuah ruangan misterius yang diselimuti kisah mistis dan diyakini menyimpan kutukan mengerikan. Pada awalnya, penelusuran ini hanya dirancang sebagai pertunjukan untuk menarik perhatian publik, lengkap dengan trik dan skenario khusus agar suasana terlihat lebih menakutkan.

Namun, keadaan berubah menjadi malapetaka nyata ketika mereka mulai menyusuri lorong-lorong gelap. Tindakan ceroboh salah satu anggota bernama Bara yang menemukan deretan peti mati membangkitkan kekuatan gaib yang selama ini bersemayam di tempat tersebut.

Ketegangan semakin memuncak ketika mereka nekat melakukan ritual pemanggilan arwah menggunakan permainan Jelangkung. Ambisi berburu konten yang belum pernah dilakukan oleh kreator lain ini seketika berubah menjadi perjuangan hidup dan mati untuk selamat dari teror arwah para pasien yang tidak bisa meninggalkan tempat tersebut.

Daftar Pemain Film 402 Rumah Sakit Angker Korea
Karakter para konten kreator dalam film ini dimainkan oleh deretan aktor muda Indonesia serta seorang YouTuber berdarah Korea Selatan yang dikenal lewat kanal Korea Reomit. Berikut adalah daftar lengkap pemerannya:

-
Arbani Yasiz sebagai Juna
-
Saputra Kori sebagai Adit
-
Elang El Gibran sebagai Bara
-
Diandra Agatha sebagai Arum
-
Lea Ciarachel sebagai Yuri
-
Aylena Fusil sebagai Tyas
-
Jang Han-Sol sebagai Dae-ho

Deretan Fakta Menarik dari Proses Produksi hingga Penayangan
Proses pembuatan film adaptasi dari karya sutradara Jung Bum-shik ini menyimpan banyak cerita unik dan pencapaian menarik selama masa produksi hingga peluncurannya.

Syuting Langsung di Bangunan Rumah Sakit Terbengkalai
Untuk menjaga keaslian atmosfer horor agar tidak bergantung pada efek visual berlebihan, tim produksi melakukan proses syuting langsung di Korea Selatan. Mereka menggunakan sebuah bangunan bekas rumah sakit nyata yang telah lama terbengkalai. Lingkungan yang autentik ini memberikan tekanan psikologis yang kuat bagi para pemain selama berada di lokasi set.

Metode Penyutradaraan Tanpa Aba-Aba Cut
Sutradara Anggy Umbara menerapkan metode khusus untuk memancing ekspresi ketakutan yang benar-benar alami dari para pemeran. Dalam salah satu adegan penelusuran, sutradara sengaja tidak langsung meneriakkan kata “cut”. Hal ini membuat Jang Han-sol dan Saputra Kori terus berjalan ke area gedung yang semakin gelap hingga akhirnya dikejutkan oleh pemeran hantu yang sengaja bersembunyi di dalam kamar.

Pengambilan Gambar Mandiri Tanpa Didampingi Kru
Nuansa siaran langsung dibuat senatural mungkin dengan membiarkan para pemain melakukan penelusuran dan merekam adegan sendiri menggunakan kamera. Saat adegan di dalam ruangan berlangsung, tidak ada kru produksi yang mendampingi mereka di lokasi. Sutradara dan tim produksi hanya memantau seluruh pergerakan pemain dari ruang kontrol demi menangkap rasa tegang yang realistis.

Kolaborasi Budaya Lewat Ritual Jelangkung
Meskipun merupakan adaptasi film Korea, unsur budaya horor Indonesia tetap dimasukkan melalui ritual permainan Jelangkung. Pembeda dari versi aslinya ini juga dituangkan ke dalam lagu tema (original soundtrack) ciptaan Jerrico Escondore Vanditya. Lagu bertema Jelangkung tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Korea dan proses rekamannya melibatkan seluruh jajaran pemain.

Meluncur Perdana di Ajang Internasional BIFAN 2026
Sebelum resmi didistribusikan secara komersial di bioskop-bioskop Indonesia, film ini telah melaksanakan penayangan perdana skala internasional (world premiere). 402 Rumah Sakit Angker Korea tampil di ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026, yang merupakan salah satu festival film bergenre fantasi, horor, dan thriller paling bergengsi di Asia.
Nah, hari ini Selasa (14/7/2026) kamu-kamu bisa menyaksikan langsung film horor berkualitas ini di Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin. Ayo, rugi kalo gak sampai nonton.

