KRBB Gandeng Chef Agus Sasirangan Gali Potensi Bisnis

KRBB Gandeng Chef Agus Sasirangan Gali Potensi Bisnis

“Bila seseorang punya bakat memasak, kembangkan saja. Menjadi chef merupakan pekerjaan sangat menjanjikan, karena banyak turunan bisa membuka usaha sendiri, kerja di hotel, menjadi konsultan, bikin buku kuliner dan lain-lain,”

Amphitheater Kampung Ketupat. (foto: ichal iloenx)

Banjarmasin, iloenxnews.com || Hal ini disampaikan Runner Up Chef Master Indonesia 2011 asal Banua, Agus Sasirangan dihadapan 50 ibu-ibu dari Komunitas Rakyat Banua Bersatu (KRBB) Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam acara Roadshow Noodlepreneur Workshop yang dilaksanakan di Amphitheater Kampung Ketupat, Jalan Sungai Baru, Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalsel, Sabtu (19/7/2025) sore.

Dengan menggandeng brand Mi Burung Dara, Ketua Yayasan Pecinta Sasirangan Kalsel yang pernah menjadi konsultan film Chooking Camp ini menyasar ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, hingga generasi muda yang ingin merintis usaha kuliner berbasis mi sehat.

Kegiatan ini berhasil menarik 50 peserta dari berbagai daerah yang tampak antusias mengikuti setiap sesi.

Tidak hanya materi teori, peserta juga diberikan kesempatan langsung untuk mempraktikkan pembuatan mi dari bahan alami seperti sayuran dan umbi-umbian, tanpa pengawet maupun pewarna buatan.

Ada 4 resep yang ditularkan Agus Sasirangan, yakni Bihun Goreng Doromas, Aglio Olio Sausage Noodles, Tahu Mi Fantasi, dan Bihun Tek-tek Nyemek. Pemilik Restaurant Mi Bancir Banjarmasin ini juga tak pelit membagi resep di instagramnya, Sedekah Resep. Ada sekitar 70 resep diunggahnya. Agus juga telah mempersiapkan banyak resep baru untuk diunggah. Selanjutnya resep-resep dia bikin menjadi buku.

Komunitas Rakyat Banua Bersatu (KRBB) Kalsel selaku penyelenggara terus bergerak aktif dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketuanya, Nur Afifah Adhani (barisan depan, keempat dari kiri) menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat akar rumput, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk makanan yang sehat namun tetap terjangkau.

“Kami ingin mendorong warga Banua agar mampu berinovasi dan memulai usaha dari rumah. Mi adalah makanan favorit banyak orang, dan jika bisa dibuat sehat, ini bisa menjadi potensi bisnis yang besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, penting bagi masyarakat untuk mulai berpindah dari peran sebagai konsumen menjadi produsen, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dinamis.

Ketua Pelaksana kegiatan, Hj. Elly Rahmi (kedua dari kiri), menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar mudah diikuti, bahkan bagi pemula sekalipun. Karena setiap peserta dibimbing dari tahap awal membuat adonan hingga mengolahnya menjadi mi siap jual.

“Kita tidak hanya ajarkan resepnya, tapi juga bagaimana mengemas produk dengan menarik dan memasarkan secara digital melalui media sosial atau platform daring lainnya,” ujar seniman teater Mamanda yang juga tokoh Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Kalsel ini kepada iloenxnews.com

KRBB Kalsel menyatakan kegiatan serupa akan terus digelar ke berbagai wilayah, dengan fokus pada keterampilan praktis dan berorientasi pasar. Mereka juga menyiapkan pelatihan lanjutan di bidang pengelolaan usaha, keuangan, dan pemasaran digital.

Sekadar diketahui, KRBB intens mengadakan pertemuan rutin bulanan dengan dirangkaikan berbagai macam kegiatan sosial dan arisan.

(ichal iloenx)