Banjarbaru, iloenxnews.com || Jelang musim haji 1447 H/2026, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor memastikan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan secara maksimal.

Dengan berbagai persiapan yang sudah dikoordinasikan jauh-jauh hari, Bandara Syamsudin Noor optimistis mampu memberikan layanan penerbangan haji yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kalimantan Selatan dan sekitarnya yang menggunakan bandara ini.
Kesiapan tersebut dipaparkan dalam forum Media Connect yang digelar di lantai 2 Cordia Hotel, Syamsudin Noor Internasional Airport Banjarmasin di Banjarbaru, Rabu (15/4/2026) pagi.

General Manager Bandara Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan secara komprehensif, mulai dari perencanaan operasional hingga penguatan koordinasi lintas instansi.
Menurutnya, konsolidasi bersama berbagai pihak seperti maskapai, otoritas bandara, imigrasi, hingga instansi pendukung lainnya telah dilakukan sejak jauh hari.

Bahkan, rapat koordinasi lanjutan juga digelar bersama Garuda Indonesia sebagai operator penerbangan haji untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan.
“Seluruh tahapan sudah kami matangkan, baik dari sisi operasional maupun koordinasi antarinstansi. Ini penting agar proses keberangkatan berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujarnya.

Penerbangan perdana jemaah haji dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2026 pukul 00.03 WITA. Skema pelayanan masih mengadopsi pola tahun sebelumnya, yakni seluruh proses pemeriksaan dokumen, keamanan, dan imigrasi dilakukan di Asrama Haji Banjarmasin.
Dengan sistem tersebut, jemaah akan langsung diberangkatkan menuju bandara melalui jalur airside tanpa harus melalui proses panjang di terminal, sehingga dapat meminimalkan antrean dan kepadatan.

Dari sisi pelayanan, perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia melalui penyediaan fasilitas ramah lansia seperti akses prioritas, lift, serta pendampingan intensif.
Sementara itu, pengamanan diperkuat dengan penempatan personel aviation security di titik-titik strategis, termasuk di Asrama Haji.

Selain itu, kesiapan fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron juga telah dipastikan optimal untuk mendukung operasional pesawat berbadan lebar.
Koordinasi erat turut dijalin bersama Kementerian Agama, Imigrasi, Bea Cukai, dan Balai Karantina Kesehatan.

“Keberangkatan kloter pertama nanti akan menjadi indikator kesiapan kita secara keseluruhan, baik dari infrastruktur maupun koordinasi di lapangan,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada operasional haji, pihak bandara juga mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melakukan pemetaan wilayah rawan serta sosialisasi pencegahan di sekitar kawasan bandara.

Melalui kegiatan Media Connect ini, manajemen bandara berharap hubungan yang harmonis dengan media dapat terus terjalin, sehingga informasi terkait layanan haji dapat tersampaikan secara akurat dan transparan kepada masyarakat.
(ichal iloenx)
