

Umi berbicara di depan peserta reses dan forkopimcam saat reses. (foto: ichal iloenx)
Banjarmasin, iloenxnews.com || Calap (tergenangnya air), tidak adanya saluran pembuangan air semacam got, banyaknya pedagang kaki lima dan gerobak hingga menimbulkan sampah di seputar kawasan SMP Negeri 2 Jalan Sultan Adam Komplek Madani I, Jalur II RT.031/RW.003, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi sorotan sekaligus keluh kesah Augustina Zebua, warga Komplek Mandiri IV Blok B7 Nomor 02 Banjarmasin Utara.


Perempuan setengah baya ini memaparkan hal tersebut pada kegiatan Penelaahan dan Aspirasi Masyarakat Anggota DPRD Kota Banjarmasin Dapil Banjarmasin Utara Reses Masa Sidang 1 Tahun 2025 di tempat acara, Jalan Sultan Adam, Komplek Kelapa Gading Nomor 20 RT. 023 RW. 002 Kelurahan Antasan Kecil Timur (AKT), Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Jum’at (28/2/2025) pagi.

Diketahui, hari itu adalah resesnya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin, Dra. Hj. Sarifah Saqinah dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Ada 3 titik yang diselenggarakan selama 2 hari tersebut (27-28/2/2025) yaitu Kelurahan Sungai Jingah, Sungai Miai dan AKT. Dalam pertemuan ini, ia menerima berbagai aspirasi warga, dengan keluhan utama terkait genangan air yang lama surut di sejumlah lokasi.

Salah satu permasalahan yang disorot adalah genangan air di halaman SMPN 24 Banjarmasin tadi, yang tidak hanya menghambat aktivitas siswa tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan.

“Warga dan pihak sekolah mengeluhkan kondisi ini karena mengganggu kegiatan belajar-mengajar. Jika dibiarkan, genangan air dapat menjadi sumber penyakit,” ujar Umi, sapaan akrab Dra. Hj. Sarifah Saqinah.

Tidak hanya di SMPN 24, genangan air juga terjadi di belakang Gedung Sultan Suriansyah (Gedung Bundar Kayutangi), yang bertahan cukup lama hingga menimbulkan bau tak sedap.

Menanggapi keluhan ini, Umi langsung meminta dinas terkait untuk segera mencari solusi guna mengatasi masalah drainase di wilayah terdampak.

“Apakah drainase perlu diperbaiki atau ada langkah lain, yang jelas kami berharap ini segera ditangani, karena menyangkut kepentingan banyak orang,” tegasnya.

Dalam reses tersebut, hadir perwakilan dari berbagai dinas terkait, seperti Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Perhubungan, yang diharapkan dapat segera menindak lanjuti persoalan ini.

Di sektor kesehatan, tidak ada keluhan berarti dari warga. Justru, program cek kesehatan gratis bagi warga yang berulang tahun mendapat apresiasi.

“Pelayanan kesehatan sudah cukup baik. Program cek kesehatan gratis bagi warga yang berulang tahun menjadi langkah positif untuk meningkatkan kesadaran kesehatan,” ujarnya.

Umi menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan warga dalam reses ini akan ia kawal agar mendapat solusi nyata. “Kami di DPRD akan terus mendorong pemerintah agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Permasalahan seperti infrastruktur dan lingkungan harus ditangani segera demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Dengan adanya perhatian dari pemerintah dan legislatif, diharapkan berbagai persoalan di masyarakat dapat segera teratasi, sehingga kualitas hidup warga Banjarmasin semakin baik.
(ichal iloenx)
