22 KK Terdampak Kebakaran Pasar Lama Banjarmasin, BKS PP Kalsel Salurkan Bantuan

22 KK Terdampak Kebakaran Pasar Lama Banjarmasin, BKS PP Kalsel Salurkan Bantuan

Banjarmasin, iloenxnews.com || Badan Kesejahteraan Sosial Pemuda Pancasila (BKS PP) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di kawasan Pasar Lama, Jalan Pasar Lama Laut RT 02, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalsel, Jumat (18/9/2026) pagi.

Ketua BKS PP Kalsel Lies Noor Marlina, SE (paling depan) beserta jajaran pengurus dan anggota BKS PP Kalsel saat meninjau langsung kondisi puing kebakaran di Pasar Lama Banjarmasin. (foto: ichal iloenx)

Bantuan uang tali asih dan pakaian layak pakai yang diperuntukkan kepada 22 Kepala Keluarga (KK) atau 55 jiwa korban kebakaran tersebut diterima langsung oleh Ketua RT. 02 Subki, didampingi perwakilan warga M Fajar W alias Yoyo dan Nisa.

Ketua BKS PP Kalsel Lies Noor Marlina, SE, menyebut penyaluran ini merupakan bentuk nyata kepedulian. Sebab, jajaran ormas seperti mereka juga ingin membantu masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit setelah musibah kebakaran. Donasi tersebut berasal selain dari jajaran pengurus dan anggota BKS PP sendiri, juga dari para dermawan dan masyarakat umum.

“Bantuan ini merupakan wujud perhatian BKS PP Kalsel, jangan lihat nilainya, tapi inilah wujud yang bisa kami lakukan untuk saat ini. Mudah-mudahan bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan warga untuk sementara waktu,” ujar Ibu Merlin, sapaan akrabnya.

Wakil Bendahara II BKS PP Kalsel, Masliah, SE yang turut mengumpulkan donasi sangat mengapresiasi semangat sosial yang dimiliki oleh jajaran pengurus dan anggota BKS PP Kalsel.

Wakil Bendahara II BKS PP Kalsel, Masliah, SE. (foto: ichal iloenx)

“Antusiasme dan budaya gotong royong membuat mereka tidak ragu menolong individu di luar lingkaran terdekat mereka. Pas sesuai namanya BKS, Badan Kesejahteraan Sosial,” ujar Lia, sapaan akrabnya.

Nisa (kerudung dan baju coklat muda) salah satu korban kebakaran, pekerja pemarut nyiur, saat bersama jajaran pengurus dan anggota BKS PP Kalsel. (foto: ichal iloenx)

Menurutnya, kehadiran pihak-pihak yang peduli bencana, sangat krusial setelah terjadi musibah. Alasan utamanya adalah untuk memastikan warga terdampak mendapatkan perhatian dan penanganan yang layak.

Sementara itu, tercatat nama-nama korban kebakaran di antaranya adalah Muhammad Sabri (70), Saifulah Noor (44), Jasmara (50), H Badarudin (65), Hamdani (57), Helna (59), Dina (30), H Abd Hamid (65), Ahmad Salimi (42), Fathansyah (65), Heldawati (40), Ahmad Reza Aditya (25), Hesti Oktavianesa (36), M Fajar W (58), Hendra Ikas (60), Hj Sriyani (68), M Fauzi (60), Kadarisman (63), dan Noor Aida (42).

Selanjutnya, Ibu Merlin berharap para korban dapat segera bangkit. Meskipun musibah ini tentu berat, namun mereka harus kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap warga tetap tabah. Lagipula, yang kami tahu Polri bersama pemerintah daerah akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Ketua RT 02 Pasar Lama, Subki menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada BKS PP yang telah peduli kepada mereka. Sebelumnya, penyaluran bantuan dari instansi pemko maupun masyarakat umum sudah berdatangan sejak pascakejadian. Berbagai bantuan tersebut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan penanganan darurat bagi para korban.

Ketua RT 02 Pasar Lama, Subki (tengah) diapit warga korban kebakaran, Fauzi (kiri) dan M Fajar W alias Yoyo (kanan). (foto: ichal iloenx)

“Dari Pemko, Dinas Sosial, pemadam ada bantuan, BPBD ada, masyarakat umum pun ada. Alhamdulillah sudah berdatangan banyak bantuan,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang korban, Sabri, mengungkapkan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 04.00 WITA. Menurutnya, api berasal dari kompor gas di salah satu toko yang berada di kawasan tersebut.

“Awal mula api dari kompor gas di sebelah sini, bibi yang jualan sayur. Kejadiannya sekitar jam 4 lewat subuh,” ungkap Sabri.

Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. Berdasarkan keterangan Sabri, sebanyak 14 toko dan satu mushola terdampak dalam kebakaran tersebut.

“Awal mula api dari kompor gas, kemungkinan selangnya bocor dan tiba-tiba meletus yang membuat api berkobar hebat. Barang-barang pun tidak bisa diselamatkan lagi, habis semua di dalam toko,” pungkasnya.

(ichal iloenx)