Banjarmasin, iloenxnews.com || Faradina Azzahra Nur Arifin (8) atau yang akrab disapa Galuh Dina akhirnya berhasil meraih juara The Best Video Promosi dalam gelaran acara kegiatan Grand Final Pemilihan Nanang Galuh (Naga) Cilik Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel melalui Bidang Kebudayaan. Kegiatan yang mendapat dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila, Jalan Raden Soeprapto, Kelurahan Antasa Besar, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalsel, Ahad (2/8/2026).

Darah seni yang berasal dari sang ibu, vokalis JEF Banjar, Ni Luh Putu Ratna Wedhani sangat mengalir deras di dalam tubuh seorang Dina. Sejak kecil ia telah menunjukkan ketertarikannya dalam dunia tarik suara, mode, seni budaya dan mewarnai.

Suasana yang penuh kemeriahan dan kebanggaan ini dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel Dinansyah yang mewakili Gubernur Kalsel H. Muhidin, Tenaga Ahli Gubernur Kalsel Afrizaldi, jajaran Disdikbud Kalsel, dewan juri, perwakilan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW), serta para orang tua finalis.

Sebanyak 40 finalis dari 11 kabupaten/kota mengikuti babak puncak pemilihan Nanang Galuh Cilik Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2026. Setelah melalui rangkaian penilaian, Muhammad Fatih Anwari dari Kabupaten Banjar berhasil dinobatkan sebagai Nanang Cilik Kalimantan Selatan 2026, sedangkan gelar Galuh Cilik Kalimantan Selatan 2026 diraih Misha Adeeva Azzahra dari Kabupaten Tabalong.

Juara kedua diraih Raffa Akbar dari Kota Banjarmasin sebagai Nanang Cilik dan Noor Fathiya Hanifa dari Kabupaten Tapin sebagai Galuh Cilik. Sementara itu, juara ketiga diraih Genta Pateh dari Kabupaten Tabalong sebagai Nanang Cilik dan Moza Irfa Aisyana Kamila dari Kota Banjarmasin sebagai Galuh Cilik.

Mewakili Gubernur Kalsel, Dinansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis dan orang tua yang telah mendampingi anak-anak selama proses seleksi di tingkat daerah hingga provinsi.
“Hari ini kita menyaksikan 40 finalis dari 11 kabupaten dan kota yang telah melewati penilaian dan unjuk bakat sejak di daerah masing-masing. Saya berharap tahun depan seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dapat mengirimkan wakilnya sehingga ajang ini benar-benar menjadi cerminan budaya Banua secara utuh,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar seluruh finalis tampil percaya diri, bangga terhadap daerah asalnya, serta menggunakan bahasa Banjar dengan baik sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya daerah.
“Tampillah dengan percaya diri dan gembira. Sebut nama daerah masing-masing dengan bangga, gunakan bahasa Banjar dengan fasih, dan jangan takut keliru. Juri tidak hanya menilai keterampilan penampilan, tetapi juga sikap, kesopanan, dan pengetahuan tentang budaya Banua,” katanya.

Dinansyah juga mengajak seluruh peserta untuk menerima hasil penilaian dewan juri dengan lapang dada serta terus membiasakan pelestarian budaya mulai dari lingkungan keluarga.
Sementara itu, Tenaga Ahli Gubernur Kalsel sekaligus Juri Kehormatan, Afrizaldi, mengapresiasi penyelenggaraan Pemilihan Naga Cilik Kalsel 2026. Menurutnya, para pemenang merupakan aset daerah yang diharapkan mampu menjadi generasi penerus dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Banua.

“Kita berharap ajang seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar kekayaan budaya Banua semakin dikenal dan dicintai, khususnya oleh anak-anak sejak usia dini,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Disdikbud Kalsel Abdul Rahim melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Eddy Suwarto, menegaskan bahwa pemilihan Naga Cilik bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pembentukan karakter dan penanaman kecintaan terhadap budaya daerah.

“Hari ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi Naga Cilik. Ini adalah tentang keberanian anak-anak untuk tampil, belajar, mengenal budayanya, dan dengan bangga mengatakan bahwa mereka adalah anak Banua Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kalsel memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari adat istiadat, kesenian, bahasa daerah, pakaian adat, permainan tradisional, kuliner, hingga berbagai cagar budaya yang harus terus dilestarikan.

“Budaya tidak akan hidup hanya karena disimpan. Budaya akan tetap hidup ketika generasi mudanya mengenal, mencintai, dan meneruskannya. Karena itu, kehadiran Naga Cilik hari ini sangat berarti. Mereka bukan sekadar peserta, tetapi bagian dari masa depan kebudayaan Banua,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalsel berharap lahir generasi muda yang tidak hanya percaya diri dan berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, mencintai budaya lokal, serta mampu memperkenalkan kekayaan budaya Banua hingga tingkat nasional maupun internasional.
(ichal iloenx/MC Kalsel/Jml)
