BKOW Kalsel dan Disdikbud Silaturahmi ke Pengrajin Air Guci di Banjarmasin

BKOW Kalsel dan Disdikbud Silaturahmi ke Pengrajin Air Guci di Banjarmasin

Banjarmasin, iloenxnews.com || Pelestarian budaya Banjar tidak hanya dilakukan melalui program di atas kertas, tetapi juga dengan turun langsung menemui para pelaku budaya. Hal inilah yang dilakukan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (4/7/2026).

Ketua Umum BKOW Kalsel drg. Hj. Ellyana Hasnuryadi bersama Sekretaris Umum Hj. Mariani dan jajaran Bidang Humas melakukan kunjungan ke kediaman salah satu pengrajin kain Air Guci di Argadia Melati, Banjarmasin.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan BKOW dengan Disdikbud Provinsi Kalsel pada 12 Juni 2026 di Sasangga Banua. Pada kesempatan ini, Septian Indra bersama tim Disdikbud Kalsel turut hadir untuk melakukan dokumentasi dan proses syuting.

Belajar dari Sumbernya Langsung

Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh Ibu Iin, pengrajin Air Guci generasi ketiga. Usaha yang dirintis oleh neneknya, Ibu Kasniah, ini hingga kini masih bertahan dan menjadi salah satu warisan keterampilan khas Banjar.

Ibu Iin menjelaskan bahwa Air Guci memiliki nilai lebih dari sekadar kain. Kain ini merupakan identitas dan cerminan budaya masyarakat Banjar yang diwariskan secara turun-temurun.

Dua motif utama yang digunakan pada busana pengantin adat Banjar, yaitu Baamar Galung Pancar Matahari dan Bagajah Gamuling Baular Lulut, memiliki filosofi mendalam tentang kehidupan, perlindungan, dan kemuliaan.

“Kami datang untuk belajar langsung kepada pengrajin. Air Guci adalah warisan Banjar yang harus kita jaga bersama. Tugas kita adalah memastikan generasi muda mengenal, mencintai, dan ikut melestarikannya,” ujar drg. Ellyana.

Pentingnya Dokumentasi dan Publikasi Budaya

Ketua Bidang Humas BKOW Kalsel, Desy Hairina, yang turut membersamai kegiatan ini menyampaikan bahwa peran humas sangat penting dalam memperluas jangkauan informasi pelestarian budaya.

“Melalui kunjungan seperti ini, kami ingin mengangkat cerita para pengrajin agar lebih dikenal masyarakat luas. Tugas kami di Bidang Humas adalah memastikan nilai-nilai budaya Banjar ini tidak hanya dijaga, tetapi juga dipublikasikan dengan baik. Dengan begitu, masyarakat khususnya generasi muda bisa merasa bangga dan ikut terlibat dalam pelestariannya,” ungkap Desy Hairina.

Akan Ditindaklanjuti dengan Program Nyata

Ketua Umum BKOW Kalsel menambahkan, hasil diskusi dengan Disdikbud sebelumnya akan diwujudkan dalam bentuk program konkret. Salah satunya adalah penerbitan buku kebudayaan Banjar setiap tahun sebagai upaya dokumentasi agar kekayaan budaya lokal tetap hidup.

Septian Indra dari Disdikbud Kalsel menyampaikan bahwa kehadiran tim untuk melakukan dokumentasi merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga dan memperkenalkan budaya daerah.

“Dokumentasi ini penting agar warisan Banjar dapat dikenal lebih luas. Sinergi antara BKOW dan Disdikbud merupakan langkah nyata pelestarian budaya yang menyentuh langsung para pelaku budaya,” ujar Septian.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa langkah sederhana seperti hadir, mendengar, dan merekam merupakan awal penting dalam upaya mewariskan budaya kepada generasi penerus.

(Humas BKOW Kalsel)