Banjarmasin, iloenxnews.com || Memberi makan kepada orang bukan hanya wujud bentuk kepedulian sosial, tetapi juga amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Dalam hadits disebutkan bahwa surga merindukan golongan hamba yang gemar berbagi makanan kepada sesama.

Al Ustadz Nor Ipansyah, S.Ag mengatakan memberi makan merupakan wujud nyata kasih sayang dan solidaritas dalam Islam. Ia menilai amalan tersebut memiliki keutamaan besar, baik di momen hari biasa terlebih di Bulan Suci Ramadhan.

“Surga merindukan orang yang suka memberi makan karena di dalamnya terdapat nilai kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. Memberi makan kepada sesama adalah amal sederhana namun sangat mulia di sisi Allah,” kata Ustadz yang kerap disapa Guru Gabin (Gambut – Binuang) ini.


Hal ini disampaikan pada tausiyahnya di depan ratusan tamu undangan yang hadir dalam acara Halal Bihalal di kediaman Junaidi, Jalan Martapura Lama Paal 7,8 Komplek Persada Raya 2 Jalur 4 Nomor 9 RT. 11B Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), Ahad (5/4/2026).

Turut berhadir dalam Halal Bihalal tersebut Habib Saleh Al Habsyi (paling kanan), Habib Husin Assegaff (kedua dari kanan), dan Habib Abdul Kadir (keempat dari kanan).
Guru Gabin (ketiga dari kanan) menjelaskan bahwa memberi makan bukan hanya kepada keluarga, tetapi juga kepada fakir miskin, anak yatim, dan orang yang membutuhkan. Berbagi makanan dapat mempererat ukhuwah dan mengurangi kesenjangan sosial.

Amalan memberi makan kata Guru Gabin, menjadi bukti nyata bahwa harta hanyalah titipan dari Allah SWT. Menurutnya, sebagian rezeki yang dimiliki seseorang sejatinya terdapat hak orang lain di dalamnya.

“Ketika kita memberi makan orang, sesungguhnya kita sedang menanam amal untuk kehidupan akhirat. Harta yang dibagikan tidak akan berkurang, justru Allah akan menggantinya dengan keberkahan,” ujarnya.

Guru Gabin juga menekankan Cinta Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan bagian dari cinta kepada Allah. Cinta kepada Allah menuntut konsekwensi mencintai semua yang Allah cintai. Dan Allah mencintai nabi dan kekasihNya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga, cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan cabang dan termasuk kecintaan kepada Allah.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) Advokat H. Rachmad Fadillah, SH, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berjalan sesuai harapan dan telah menjadi agenda rutin setiap tahun.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan sesuai yang diharapkan. Ini sudah hampir lima tahun kita laksanakan secara rutin. Melalui kegiatan ini, keluarga yang sebelumnya berjauhan bisa saling mengenal dan semakin dekat,” ujarnya.

Purnawirawan Ditreskrimsus Polda Kalsel ini
berharap kegiatan Halalbihalal ini terus dilanjutkan sebagai wadah mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Kalimantan, baik yang berada di daerah maupun di perantauan.

Di kesempatan sama Ketua Harian DPP FKPWK, Dr. Drs. H. Akhmad Murjani, M.Kes., S.H., M.H, (paling kanan) menambahkan bahwa Halal Bihalal memiliki makna mendalam sebagai momentum memperbaiki hubungan sosial.
“Halal Bihalal ini adalah momen untuk mengurai benang kusut, saling memaafkan, dan merajut kembali silaturahmi setelah Ramadhan dan Idulfitri,” jelasnya.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kalsel ini menekankan pentingnya kegiatan ini bagi generasi muda untuk mengenal silsilah keluarga dan menjaga identitas budaya. “Dengan kegiatan seperti ini, generasi muda bisa mengetahui asal-usul keluarga, mengenal datuk dan nenek mereka, sehingga silaturahmi tetap terjaga dan semakin kuat,” tambahnya.

Sementara itu, tuan rumah sekaligus Pembina DPP FKPWK Junaidi (kiri) didampingi Ketua Umum DPP FKPWK Advokat H. Rachmad Fadillah , S.H. (kanan) menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang berhadir dan menyebut bahwa kegiatan ini merupakan amanah dari orang tua untuk terus menjaga komunikasi dan persatuan keluarga.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi budaya. Keluarga adalah pondasi utama dalam membangun bangsa. Jika keluarga kuat, maka masyarakat dan negara juga akan kuat,” ungkapnya.

Junaidi berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan menjadi contoh bagi masyarakat luas tentang pentingnya menjaga silaturahmi dan memperkuat persatuan.

Kegiatan Halal Bihalal ini pun menjadi bukti bahwa nilai-nilai kekeluargaan masyarakat Kalimantan tetap terjaga, sekaligus menjadi perekat sosial di tengah kehidupan modern.
(ichal iloenx)

