21 Hari Tayang, Tembus 1.701.737 Penonton

21 Hari Tayang, Tembus 1.701.737 Penonton

Joko Anwar (paling tengah, pakai topi) bersama para pemain film Pengepungan di Bukit Duri dalam sesi konferensi pers yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (30/1/2025).
Joko Anwar (berdiri, pakai topi) bersama para pemain film Pengepungan di Bukit Duri dalam sesi konferensi pers.

Banjarmasin, iloenxnews.com || Sutradara kenamaan Joko Anwar kembali hadir dengan karya film terbarunya, Pengepungan di Bukit Duri. Film action yang menggambarkan konflik sosial di kalangan pelajar ini telah tayang di seluruh bioskop Indonesia sejak 17 April 2025.

Film yang memiliki judul versi Bahasa Inggris “The Siege at Thorn High” ini merupakan hasil kolaborasi antara Come and See Pictures dengan studio besar Hollywood, yakni Metro Goldwyn Meyer (MGM). Saat ini, film Pengepungan di Bukit Duri meraih rating tinggi, yakni 8.0 dari 10 di Internet Movie Database (IMDb) berdasarkan 200-an ulasan.

Sinopsis Film Pengepungan di Bukit Duri

Latar film ini berada di Indonesia tahun 2027, di mana kondisi sosial berada di titik kritis akibat diskriminasi dan rasisme yang semakin merajalela. Dalam suasana negara yang digambarkan nyaris runtuh, seorang guru pengganti idealis bernama Edwin (diperankan oleh Morgan Oey) menerima tugas mengajar di SMA Duri.

Tak sekadar tugas biasa, Edwin diam-diam memiliki tujuan pribadi. Ia ingin menemukan keponakannya yang hilang, sesuai permintaan terakhir sang kakak sebelum meninggal dunia.

SMA Duri dikenal sebagai tempat bagi para siswa bermasalah, dengan lingkungan yang penuh kekerasan. Kedatangan Edwin membawa tantangan tersendiri, mengingat ia adalah bagian dari salah satu kelompok sasaran rasisme dan kebencian. Konflik pun memuncak ketika situasi di luar sekolah mulai berubah menjadi kerusuhan besar-besaran.

Saat kota dilanda kekacauan, SMA Duri terkepung. Edwin dan para siswa terjebak, memaksa mereka bertahan hidup di tengah kekerasan yang meningkat drastis.

Dalam perjuangannya, Edwin tidak sendirian. Ia dibantu oleh Diana (Hana Pitrashata Malasan), sesama guru yang berusaha bertahan dalam situasi genting. Di antara kekerasan, ancaman nyawa, dan suasana mencekam, keduanya berusaha menyelamatkan para siswa dan menyelesaikan misi masing-masing.

Pengepungan di Bukit Duri juga menyorot sejumlah persoalan sosial yang kerap diabaikan seperti diskriminasi, kekerasan sistemik di lingkungan pendidikan, hingga pendidikan yang tak berpihak pada kaum muda.

Bagaimana akhir dari cerita menegangkan ini? Langsung saja nonton di Bioskop XXi Duta Mall Banjarmasin, hari ini juga Senin (12/5/2025). Rugi kalo gak nonton!

(ichal iloenx)