Kata-Kata Hari Ini: Selamat Jalan Pa Jahri…

Kata-Kata Hari Ini: Selamat Jalan Pa Jahri…

Oleh: Faisal – Jurnalis

Foto bersama Alm. Jahri (kanan), Rabu (23/9/2026) pukul 17:17 Wita, 4 hari sebelum meninggal dunia

Bak petir di malam gelap, Ahad (27/9/2026) pukul 22:19 Wita saya mendapat chat WA dari Riady Achmad, salah satu pengurus Dewan Pimpinan Derah (DPD) Partai Ummat Kotabaru. Isinya: Assalamu’alaikum Bang meinfokan ketua kami meninggal dunia. Td sidin gugur di wc.

Bagai HP yang ngelag, saya merasa tidak percaya, hampa, atau seperti sedang bermimpi. Munculnya rasa sesak, atau justru kesulitan untuk mengeluarkan air mata. Bingung dan disorientasi, harus melakukan apa atau berkata apa terlebih dahulu.

Bagaimana tidak, orang yang dimaksud adalah Ketua DPD Partai Ummat Kabupaten Kotabaru: Dr. Muhammad Jahri, S.Sos, M.Si yang baru 4 hari yang lalu masih bertemu dalam keadaan sehat wal afiat, bercanda, senda gurau dan tertawa bersama di sebuah pendopo sederhana baru, yang dibangun beliau di sebidang  tanahnya di dekat Bumi Perkemahan (Buper) Pramuka, Jalan Raya Berangas Km. 3, belakang Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2, Desa Sigam, Kecamatan Pulaulaut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (23/9/2026).

Bahkan, 3 rekan saya dari Banjarmasin yang baru saya kenalkan ke beliau: H. Akhmad Junaidi, S.H., M.H, Muhammad Yuliansyah, S.H., M.H, dan Zulkifli, saat awal pertemuan pertama, Senin (14/9/2026) sudah merasa menyatu dengan gurauan dari sosok Pa Jahri, panggilan akrabnya.

Pertemuan pertama di pendopo, Senin (14/9/2026). (foto: zulkifli)

Di saat kedatangan kami kedua ke Kotabaru, Rabu (23/9/2026) untuk sebuah urusan yang belum terselesaikan, saat kami sedang hectic, pada pukul 08:37 Wita Pak Jahri justru menyebar pesan di grup WA DPD Partai Ummat Kotabaru,. Isinya: Bang Ichal Iloenx dkk, sekarang ada di ktb, mungkin selepas zhuhur atau sore beliau akan naikan ke Pendopo. Kepada kawan2 Warga WA Group pengurus Resmi PU ktb, bagi yg ingin bersilaturrahmi dgn Bang Ichal dkk…. Ayo silahkan naik ke pendopo siang ini….

Pertemuan pertama di pendopo, Senin (14/9/2026). (foto: ichal iloenx)

Wow! Sungguh mengejutkan sekaligus senang. Terkejut! karena kami sepagi itu saja belum beraktifitas di Kotabaru, takutnya urusan belum selesai dan tak bisa ditinggalkan, sementara kawan-kawan sudah menunggu di pendopo. Senang, karena Pak Jahri di mana pun selalu mengutamakan silaturahmi, menghubungkan kawan-kawan jauh yang jarang bertemu. Dan tentu saja kehadirannya selalu menghibur audiens yang ada.

Terus terang, saya tidak berani membalas chat itu apalagi menjanjikan jam bertemu. Karena saya tak tahu harus membalas apa, sementara saya harus mendampingi kawan-kawan dengan urusannya yang tidak tentu harus selesai jam berapa.

Chat Pak Jahri tak terbalas hingga pukul 13:43 Wita, akhirnya beliau menuliskan: Amun sudah rilex Pian sore ini… silahkan kita batamuan pulang di pendopo (satumat barang), mungkin ada kawan2 pengurus DPD PU ktb lainnya yg ingin bedapat Pian… Inggih

Pertemuan kedua di pendopo, Rabu (23/9/2026). (foto: dok)

Akhirnya, selepas urusan saya baru memberitahu kawan-kawan bahwa Pa Jahri mengundang kita lagi ke pendopo. Tak diduga, mereka justru antusias menyambut ajakan itu. “Ayoooo… kita ke pendopo. Menghilangkan stress,” ujar Junaidi. Karena bagi Jun, sapaan akrabnya, baru bertemu sekali dan bekomunikasi dengan Pa Jahri, serasa sudah berteman lama tahunan. “Begayaannya itu kada ketulungan,” ujar rekan lainnya mengamini.

Pertemuan kedua di pendopo, Rabu (23/9/2026). (foto: dok)

Dalam setiap forum pertemuan resmi apalagi santai, Pa Jahri selalu mengeluarkan jargon khas yang selalu diingat orang yang pernah bergaul dengannya, “Kata-Kata Hari Ini:……”. Ini juga dilakukannya selama di dalam bis sepanjang jalan dari Surabaya ke Jogjakarta sewaktu menghadiri kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Ummat dan peringatan Milad ke-5 yang diselenggarakan pada tanggal 2–3 Mei 2026 di Hotel Rich, Sleman, Jogjakarta.

Suasana dalam bis bersama almarhum dari Surabaya ke Jogjakarta. (foto: dok. sa’adah)

Pa Jahri juga jago bikin pantun spontanitas dan singkatan akronim yang seru, lucu, mengundang gelak tawa dan penuh makna. Bagi yang pernah berinteraksi dengannya pasti memiliki kenangan tentang sosok yang humoris dan suka menghibur dan ini adalah sebuah anugerah yang sangat indah. Kehadiran orang seperti Pa Jahri biasanya selalu berhasil mencairkan suasana dan meninggalkan banyak tawa bagi orang-orang di sekitarnya.

Bersama Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais, M. A. (kanan) saat melakukan kunjungan bersama Partai Ummat Kalsel ke kediamannya di Jalan Pandean Sari, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, Jogjakarta, Senin (4/5/2026) lalu. (foto: dok. ancus)
Pa Jahri (kanan) saat menghadiri perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Kalimantan Selatan yang berlangsung penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan di Panggung Akrab Siring Laut, Ahad (27/09/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut dihadiri Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, S.Sos. Foto beberapa jam sebelum meninggal dunia.

Ia meninggal dalam keadaan membahagiakan orang lain, ini adalah salah satu bentuk husnul khotimah (akhir hidup yang baik) karena menunjukkan amal shalih dan kasih sayang semasa hidup.

Dalam ajaran Islam, berbuat baik dan memberikan kebahagiaan kepada sesama memiliki keutamaan yang sangat besar. Disebutkan dalam kitab Al-‘Athiyyatul Haniyyah, barang siapa yang membahagiakan seorang mukmin, Allah Ta’ala akan menciptakan 70.000 malaikat yang memintakan ampunan baginya sampai hari kiamat.

Di momen yang penuh duka ini, mengingat kembali candaan, tawa, dan cerita lucu almarhum bisa menjadi salah satu cara untuk menghibur hati yang sedang rindu. Ceria dan tawa yang pernah beliau bagikan semasa hidup akan selalu hidup di ingatan orang-orang yang menyayanginya.

“Kata-Kata Hari Ini: Selamat Jalan Pa Jahri… Pian Selalu Ada di Hati Kami”

(ichal iloenx)