Banjar, iloenxnews.com || Di momen Milad ke-2 Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) ada sesuatu yang sangat spesial. Apresiasi penghargaan diberikan kepada 2 putra banua yang memiliki prestasi di bidangnya masing-masing.

Mereka yaitu Muhammad Abdillah, siswa kelas 10 SMA Negeri 12 Banjarmasin, dan Khairiadi Asa, seniman sekaligus pencipta lagu 75 Banjar dan 14 lagu Indonesia. Keduanya menerima penghargaan dalam acara syukuran milad yang dikemas dalam silaturahmi lintas organisasi kemasyarakatan serta unsur Forkopimda Kalsel di Efa Café Coffee and Eatery, Efa Hotel, Jalan Jenderal Ahmad Yani Paal 6,5, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Sabtu (22/8/2026).

Muhammad Abdillah adalah siswa berusia 17 tahun dari SMAN 12 Banjarmasin yang mendapat penghargaan pada Juli 2026 dari NASA/National Aeronautics and Space Administration (Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional), yaitu lembaga pemerintah Amerika Serikat yang mengurus penelitian luar angkasa, penerbangan, dan sains. Ia berjasa menemukan dan melaporkan celah keamanan jenis broken link hijacking pada aset digital NASA dan diakui sebagai independent security researcher.

Dalam penjelasannya di hadapan ratusan tamu undangan, Abdillah menceritakan pengalamannya. Ia mengaku menerima email dari NASA menggunakan bahasa Inggris yang menyampaikan apresiasi atas temuannya. “Saya gunakan coding untuk mencari sesuatu hingga masuk ke web NASA,” kata Abdillah.

Lebih lanjut, awalnya ia menemukan tautan media sosial yang tidak aktif pada artikel NASA.Tautan mati tersebut potensi risikonya dapat disalahgunakan untuk penipuan, phishing, atau penyebaran virus. Selanjutnya, ia melaporkan lewat program NASA Vulnerability Disclosure Policy (VDP). Alhasil, tak diduga ia pun menerima surat apresiasi resmi tertanggal 21 Juli 2026 dan disebut sebagai independent security researcher.

Dalam kesehariannya, warga Desa Berangas, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala ini menyeberangi sungai dengan feri lalu menumpang kendaraan teman selama 20 menit untuk menuju sekolahnya.
Didampingi guru konselingnya, Bagas, Abdillah juga menyebut telah menerima sejumlah penghargaan lainnya dari berbagai pihak. Total penghargaan yang diterimanya disebut mencapai nilai 9.

Sementara penghargaan lainnya diberikan kepada Khairiadi Asa. Pria yang akrab disapa Bang Yadie ini adalah seorang seniman, musisi, dan pencipta lagu daerah Banjar asal Kalimantan Selatan. Ia juga aktif sebagai pengurus bidang humas di Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kalsel.

Prestasi terkininya ia berhasil menyabet Juara II Nasional Musicpreneur Award 2025 melalui lagu Banjar ciptaannya yang berjudul “Jaruk Kambang Tigarun”.
Saat ini ia menelorkan karya terbaru dengan menggarap lagu berjudul “Lempeng Pisang” bersama Suryani dan Hendra Cipta yang direncanakan rilis pada Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

Bang Yadie selama ini dekenal beraktivitas seni, ia aktif mempromosikan serta mengangkat eksistensi musik, lagu daerah, dan kebudayaan Banjar ke tingkat nasional.
Khairiadi mengaku telah menciptakan 75 lagu Banjar dan sekitar 20 lagu Banjar ia ciptakan di masa pandemi Covid-19. Ia mengatakan penghargaan dari FKPWK menjadi apresiasi pertama yang diterimanya atas karya lagu Banjar yang selama ini dibuat. “Bukan berarti saya minta penghargaan dari Ormas FKPWK,” ujarnya.

Kegiatan mengusung tema “Tumbuh Mandiri, Bangkit Bersinergi”
Ketua Umum DPP FKPWK Adv. H Rachmad Fadillah, S.H., didampingi Pembina FKPWK Junaidi, mengatakan peringatan milad tidak hanya menjadi seremoni organisasi, tetapi juga momentum memperkuat hubungan antarorganisasi dan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berprestasi.

“Kami berharap Milad ke-2 FKPWK ini menjadi lebih baik dan terus memberikan penghargaan bagi mereka yang berprestasi. Juga mendorong pemerintah supaya lebih peduli terhadap persoalan sosial, budaya, ekonomi maupun hukum di masyarakat,” ujar Fadillah.

Sementara itu, Pembina DPP FKPWK H Junaidi mengatakan penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat maupun pihak lain untuk ikut memberikan perhatian kepada warga yang memiliki prestasi.

“Jadi mudah-mudahan ini juga salah satunya adalah kita sebagai trigger atau pemancing kepada yang lain guna membantu masyarakat yang terpinggirkan,” tuturnya.
Menurutnya, dukungan terhadap anak muda berprestasi dan pelaku seni tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi masyarakat, tetapi juga pemerintah maupun pihak swasta.

Acara yang dipandu Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel Agus Suprapto, S.Pd, M.Med. Kom dan Alisa Rahmi dari Komunitas Wanita Cerdas Berdaya (WCB) tersebut juga diisi pemotongan tumpeng, pemutaran kilas balik dan kiprah selama 2 tahun FKPWK dan profil ketua FKPWK, serta hiburan musik akustik Tomy Fals.



Selama ini hubungan dengan Iwan Fals berjalan baik. Ia berteman baik selama puluhan tahun dan sering menjalin silaturahmi saat Iwan Fals berkunjung ke Banjarmasin.
(ichal iloenx)
