Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54; Hj. Fathul Jannah Muhidin Komitmen Program Jangkau ke Pelosok Masyarakat

Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54; Hj. Fathul Jannah Muhidin Komitmen Program Jangkau ke Pelosok Masyarakat

Makassar, iloenxnews.com || Komitmen TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendorong dan memperluas jangkauan program hingga ke masyarakat di pelosok daerah.

‎Komitmen itu disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah saat menghadiri rangkaian Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (11/7/2026) sore.


‎Peringatan HKG PKK ke-54 tahun ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Astacita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menjadi penguat komitmen TP PKK dalam meningkatkan pemberdayaan keluarga, kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.


‎Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan Pameran UMKM PKK Provinsi Sulawesi Selatan yang menampilkan berbagai produk unggulan daerah. Selain itu, diselenggarakan layanan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat serta pemecahan Rekor MURI melalui kegiatan minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) secara serentak oleh 54.000 ibu hamil melalui skema hibrida.


‎‎Pada hari kedua, peserta mengikuti kegiatan Jalan Sehat Anti Mager, Festival Kuliner, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dipusatkan di Hotel Claro dan kawasan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.


‎Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para kader, TP PKK Pusat juga menyerahkan penghargaan Adhi Bhakti Utama berupa Pin Emas kepada kader PKK yang telah mengabdi lebih dari 25 tahun. Penghargaan tersebut menjadi wujud penghormatan atas pengabdian panjang para kader dalam mendukung pelaksanaan program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga di seluruh Indonesia.


‎Acara puncak turut dihadiri Ketua Umum TP PKK Pusat Ny. Tri Suswati Tito Karnavian, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina, serta para Ketua TP PKK Provinsi, Kabupaten/Kota, dan jajaran Seruni Kabinet Merah Putih.


‎Usai mengikuti HKG PKK ke-54, Hj. Fathul Jannah menyampaikan harapannya agar TP PKK Kalimantan Selatan semakin mampu menjangkau masyarakat secara langsung melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan keluarga.


‎”Alhamdulillah, pada hari ini kami telah mengikuti Rapat Kerja Nasional dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Makassar, Sulawesi Selatan. Kami berharap Tim Penggerak PKK Kalimantan Selatan dapat semakin menjangkau masyarakat secara langsung, sebagaimana arahan yang telah disampaikan oleh Ibu Menteri,” sampai Hj. Fathul Jannah sesuai kegiatan.


‎Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat pelaksanaan program PKK, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Menurutnya, kelancaran pelaksanaan kegiatan PKK memerlukan mekanisme pertanggungjawaban yang jelas serta dukungan pendanaan yang memadai untuk menjalankan 10 Program Pokok PKK.


‎”Semoga dengan sinergi dan dukungan tersebut, PKK dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat,” harap Hj. Fathul Jannah.

‎Sementara itu, Pelindung Tim Penggerak PKK (TP PKK) Pusat, Selvi Ananda Gibran menegaskan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

‎‎Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan kepada para kader dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Menurut Selvi, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat ditentukan oleh kerja sama seluruh pihak dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial serta memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selvi juga mengapresiasi dedikasi para kader dan pendamping PKH yang selama ini bekerja hingga ke pelosok daerah. Menurutnya, semangat dan pengabdian mereka menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.


‎‎”Perjuangan para kader PKH tidak bisa dianggap sepele. Apa yang telah Bapak dan Ibu lakukan memberikan manfaat yang nyata bagi keluarga-keluarga di Indonesia,” pungkasnya.

‎Selvi menambahkan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Oleh karena itu, peran perempuan, khususnya para ibu, sangat strategis dalam membentuk karakter dan kesejahteraan keluarga.


‎Menurut Selvi, nilai-nilai yang diterapkan dalam keluarga akan memberikan dampak yang lebih luas ketika dibawa ke lingkungan masyarakat melalui berbagai kegiatan PKK. Dengan demikian, para kader PKK diharapkan terus menjadi motor penggerak pemberdayaan keluarga dan masyarakat di seluruh Indonesia.


‎Sebanyak 6,3 juta kader PKK yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi modal sosial terbesar dalam mendukung percepatan program pembangunan nasional. Kekuatan tersebut ditegaskan Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian, saat peringatan HKG PKK Tahun 2026.


‎‎Tri Suswati Tito Karnavian juga mengatakan, berdasarkan data Profil Desa dan Kelurahan, sekitar 6,3 juta kader PKK tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut dinilai menjadi kekuatan strategis untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional maupun daerah melalui pemberdayaan keluarga.


‎Menurut Tri Suswati, potensi jutaan kader tersebut akan dioptimalkan melalui penguatan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang selaras dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

‎”PKK memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah melalui pemberdayaan keluarga sebagai unit terkecil dalam pembangunan,” ujarnya saat memberikan sambutan pada peringatan HKG PKK Tahun 2026 yang dihadiri ribuan kader dari berbagai daerah.


‎Ia menjelaskan, penguatan peran PKK didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga yang pelaksanaannya diatur melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2020. Regulasi tersebut menjadi dasar penyusunan Rencana Induk dan Rencana Strategis PKK 2025–2029 yang diselaraskan dengan RPJMN 2025–2029.


‎Dalam momentum HKG PKK 2026, organisasi tersebut juga memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan sembilan kementerian dan lembaga. Kerja sama itu diharapkan mempercepat implementasi berbagai program pemberdayaan keluarga di daerah.


‎Tri Suswati pun berharap kekuatan jutaan kader PKK didukung koordinasi yang lebih erat dengan pemerintah daerah sehingga program PKK dapat terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran daerah, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.


‎Di acara, Program Cek Kesehatan Gratis menjadi salah satu kegiatan utama dengan menghadirkan berbagai layanan, di antaranya pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, donor darah, pemeriksaan mata, kesehatan gigi dan mulut, skrining tuberkulosis, konsultasi dokter, edukasi kanker serviks dan vaksinasi HPV, mammografi, hingga layanan kesehatan terpadu di ruang publik.

(mr/Adpim)