Jogjakarta, iloenxnews.com || Suksesnya penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dan Milad ke-5 Partai Ummat di Jogjakarta menuai pujian langsung dari Ketua Umum Partai Ummat, Dr. Ing. Ridho Rahmadi, S.Kom., M.Sc., Ph.D.
“Saya sangat apresiasi dan kagum dengan penyelenggaraan Munas dan Milad kali ini. Bayangkan, ada 1.410 peserta yang hadir dari berbagai penjuru wilayah di Indonesia. Dan acaranya berlangsung sukses. Kebiasaan saya sebagai seorang dosen, kalau ada orang yang habis mengerjakan sesuatu, pasti saya nilai. Untuk itu kepada Ketua Panitianya Sadiq, saya kasih nila A++,” tegas Ridho Rahmadi yang disambut tepuk tangan gemuruh dari ribuan peserta yang hadir.

Sekadar diketahui, yang bertindak selaku Ketua Panitia Pelaksana Penyelenggaraan Munas dan Milad ke-5 Partai Ummat kali ini adalah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Ummat Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Sadiq Thalib.

Hal ini disampaikan Ridho saat penutupan Munas dan Milad ke-5 Partai Ummat yang diselenggarakan di lantai 2 Imperial Ballroom The Rich Jogja Hotel, Jalan Magelang Nomor 18 Km.6, Kutu Patran, Kelurahan Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahad (3/5/2026) petang.

Turut berhadir saat itu diantaranya Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Prof. Dr. (H.C.) H. Muhammad Amien Rais, M.A., Ph.D., Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Malem Sambat Kaban, M.Si., Sekretaris Dewan Majelis Syuro Partai Ummat Ustadz Ansufri Idrus Sambo.

Sementara itu juga hadir para narasumber Orasi Kebangsaan, yakni Panglima Tentara Nasional Indonesia (2015–2017) Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo, Ahli Hukum Tata Negara, Pengamat Politik, dan Pengacara Indonesia Dr. Refly Harun, S.H., M.H., LL.M., Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005–2010 dan 2010–2015 Prof. Dr. H. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A., dan Akademisi dan Pakar Politik Bidang Politik Perkotaan, yang juga Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI (2002–2007) Dra. Chusnul Mar’iyah, M.Sc, Ph.D.

Dalam pidatonya Ridho Rahmadi menyoroti 3 sektor prioritas yang perlu dibenahi, yakni ekonomi, politik, dan hukum, sebagai fondasi Indonesia baru yang lebih berkeadilan. Pada sektor ekonomi, reformasi difokuskan pada redistribusi kesejahteraan agar tidak lagi terpusat pada kelompok tertentu, melainkan merata ke seluruh lapisan masyarakat.

“Tidak boleh ada monopoli. Sumber daya alam yang merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa, harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan sindikat,” katanya.
Di bidang politik, reformasi diarahkan pada penguatan demokrasi substantif, termasuk jaminan kebebasan berpendapat, kebebasan pers, serta perlindungan masyarakat dari rasa takut dalam menyampaikan aspirasi.

“Reformasi politik juga harus memastikan menteri-menteri dipilih atas dasar keahlian dan juga kejujuran, bukan karena kedekatan atau balas budi,” ucap Ridho.
Adapun di sektor hukum, reformasi menjadi instrumen utama untuk memastikan keadilan ditegakkan tanpa diskriminasi, dengan prinsip kesetaraan di hadapan hukum bagi seluruh warga negara. “Tidak peduli pekerjaannya, jabatannya, keluarganya, backingan-nya, semuanya tunduk pada hukum yang sama,” imbuhnya.

Di ranah internal, Partai Ummat juga telah menyiapkan strategi menuju Pemilu 2029 sebagai bagian dari implementasi Reformasi Total, salah satunya melalui penguatan integritas individu dan kelembagaan yang berlandaskan nilai Islam rahmatan lil alamin.
(ichal iloenx)
