Banjarmasin, iloenxnews.com || Tumpukan sampah yang ada di Tempat Pengelolaan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Cemara Raya, Jalan Cemara Raya, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menggunung, meluber hingga ke jalan raya dan sepanjang atas jembatan yang diduga sejak malam hari hingga sore ini Selasa (14/4/2026), tak bergerak diangkut.

Melihat fenomena ini, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kalsel Dr. Drs. H. Akhmad Murjani, M.Kes., S.H., M.H, mengkritisi. Ia menyebut tumpukan sampah yang meluber ke jalan raya, sangatlah membuat tata lingkungan tidak sehat, bahkan sangat mengganggu aktivitas masyarakat yang berada di lingkungan tersebut, lalu lintas kendaraan bermotor, pejalan kaki, masyarakat sekitar, anak-anak sekolah, perumahan, jalan menyempit, bau tak sedap, kumuh dan kotor yang dirasakan, sangatlah mengganggu masyarakat.

“Masyarakat ingin janji-janji Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin terpilih bisa direalisasikan, ini sudah setahun lebih menjabat. mengingat aspek lingkungan khususnya masalah sampah, agar diperhatikan. Warga Kota Banjarmasin sebenarnya tidak banyak tuntutan berlebih, harapannya selesaikanlah masalah persampahan di Kota Banjarmasin, apalagi ini menjelang 5 abad kota ini,” ujar jebolan S2 Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini.

“Dinas terkait atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bertanggung jawab masalah sampah di Kota Banjarmasin, seyogyanya duduk bersama dengan dinas terkait, membuat perencanaan strategis solusi mengatasi persampahan, dan melaporkan ke Wali Kota Banjarmasin, agar dapat teratasi masalah sampah, terencana dan terukur. Jangan biarkan sampah tidak terangkut beberapa hari, ini adalah salah satu indikator kota bersih yang tidak terurus,” sambung jebolan S3 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini.

Akibat lambannya menyikapi persampahan di lapangan, kata Murjani bisa menimbulkan persoalan baru lagi, misalnya timbulnya penyakit masyarakat, iritasi mata, sesak nafas (gangguan pernafasan), flu, pusing kepala, diare, karena sampah yang tidak terangkut menyebabkan pula bakteri bakteri beterbangan melalui udara.

“Di sinilah potensi penyakit-penyakit yang bertebaran di udara merugikan masyarakat,” pungkas Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) ini.
(ichal iloenx)

